16 TOKOH NU YANG DIANUGERAHI GELAR PAHLAWAN NASIONAL: JEJAK ULAMA, SANTRI, DAN PEJUANG BANGSA

Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi keagamaan. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, NU hadir melalui perjuangan para ulama, santri, negarawan, budayawan, hingga tokoh pergerakan yang mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Hingga tahun 2025, tercatat ada 16 tokoh NU yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: berjuang dengan keikhlasan demi kemaslahatan umat dan tegaknya Indonesia.

Ke-16 tokoh NU tersebut bukan hanya meninggalkan nama besar, melainkan juga teladan perjuangan yang relevan hingga hari ini. Ada yang bergerak melalui pendidikan pesantren, diplomasi kebangsaan, medan perang, hingga jalur kebudayaan dan pemikiran.

  1. Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari

Nama Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari tentu tidak bisa dipisahkan dari sejarah lahirnya NU. Pendiri Pesantren Tebuireng Jombang ini dikenal sebagai Rais Akbar NU sekaligus ulama yang berhasil menggerakkan semangat perjuangan santri melawan penjajah.

Peran beliau semakin monumental ketika mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi energi besar bagi rakyat dan para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Atas jasa besarnya, KH Hasyim Asy’ari dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui SK Presiden RI Nomor 294 Tahun 1964.

  1. KH Zainul Arifin

KH Zainul Arifin Pohan merupakan tokoh NU asal Barus, Sumatra Utara. Sosoknya dikenal sebagai panglima Laskar Hizbullah sekaligus tokoh nasional yang pernah menjabat Perdana Menteri Indonesia dan Ketua DPR-GR.

Ia aktif membangun kekuatan umat sekaligus menjaga semangat kebangsaan di tengah masa-masa sulit pascakemerdekaan. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1963.

  1. KH Abdul Wahid Hasyim

Putra Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari ini dikenal sebagai tokoh muda yang cerdas, terbuka, dan visioner. KH Abdul Wahid Hasyim terlibat dalam BPUPKI dan menjadi bagian penting dalam perumusan dasar negara Indonesia.

Di bidang pendidikan, beliau menjadi pelopor modernisasi pesantren dengan memasukkan ilmu umum dalam sistem pembelajaran. Kiprahnya sebagai Menteri Agama juga meninggalkan pengaruh besar bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

  1. KH Zainal Musthafa

KH Zainal Musthafa merupakan ulama pejuang dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Beliau dikenal tegas menolak penjajahan, baik oleh Belanda maupun Jepang.

Bersama para santrinya, beliau melakukan perlawanan secara terbuka kepada Jepang. Semangat jihad dan keberaniannya menjadi inspirasi besar bagi perjuangan umat Islam kala itu.

  1. KH Idham Chalid

Nama KH Idham Chalid dikenal luas sebagai tokoh NU yang aktif di dunia politik nasional. Beliau pernah menjabat Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR, hingga Ketua MPR.

Namun di balik jabatan-jabatan besar itu, KH Idham Chalid tetap dikenal sebagai sosok kiai yang sederhana dan dekat dengan umat. Ia juga menjadi Ketua Umum PBNU dalam waktu yang cukup panjang, yakni 1956–1984.

  1. KH Abdul Wahab Chasbullah

KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah satu motor penggerak lahirnya Nahdlatul Ulama. Gagasannya tentang kebangkitan pemikiran, ekonomi umat, dan nasionalisme melahirkan berbagai organisasi penting seperti Tashwirul Afkar, Nahdlatut Tujjar, dan Nahdlatul Wathan.

Beliau dikenal sebagai kiai yang berpikiran maju, tetapi tetap teguh menjaga tradisi Ahlussunah wal Jama’ah. Perannya sangat besar dalam merawat hubungan agama dan kebangsaan secara seimbang.

  1. KH As’ad Syamsul Arifin

Kiai As’ad dikenal sebagai ulama kharismatik dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Beliau menjadi salah satu tokoh penting dalam perjuangan fisik melawan penjajah di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

Selain itu, Kiai As’ad juga dikenal sebagai tokoh yang meneguhkan hubungan harmonis antara Islam dan Pancasila. Sikapnya yang teduh membuat beliau dihormati berbagai kalangan.

  1. KH Syam’un

KH Syam’un merupakan tokoh NU dari Banten yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang militer dan pendidikan. Ia pernah menjadi Komandan Batalyon PETA dan memimpin ribuan pasukan perjuangan rakyat.

Kiai Syam’un juga dikenal sebagai ulama yang menguasai beberapa bahasa asing dan aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga akhir hayatnya.

  1. KH Masjkur

KH Masjkur tercatat sebagai anggota BPUPKI yang ikut merumuskan dasar negara Indonesia. Beliau juga berperan dalam pembentukan laskar perjuangan rakyat yang kemudian menjadi bagian penting dari TNI.

Kontribusinya menunjukkan bahwa ulama pesantren tidak hanya berbicara soal agama, tetapi juga terlibat langsung dalam membangun negara.

  1. Andi Mappanyukki

Andi Mappanyukki (Suku Bugis) merupakan seorang Raja Bone. Ia turut membidani lahirnya NU Sulawesi Selatan. Ia juga terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang 1945-1949. Dia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden RI No 089 pada 5 November 2004.

  1. Andi Djemma

Andi Djemma merupakan Raja Luwu. Pendiri NU Sulawesi Selatan ini berjuang melawan penjajah Belanda 1946-1948. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Pres RI No. 073 6 November 2002.

  1. Usmar Ismail

Tidak banyak yang tahu bahwa pelopor perfilman Indonesia ini juga bagian dari keluarga besar NU. Usmar Ismail dikenal sebagai pendiri Lesbumi NU sekaligus tokoh seni dan budaya nasional.

Melalui film dan karya budaya, ia memperjuangkan nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan identitas bangsa Indonesia.

  1. KH Abdul Chalim Leuwimunding

KH Abdul Chalim merupakan ulama pejuang asal Majalengka yang aktif dalam berbagai gerakan kebangkitan umat dan perjuangan kemerdekaan.

Beliau terlibat dalam Tashwirul Afkar, Komite Hijaz, hingga perjuangan Resolusi Jihad. Kiprahnya memperlihatkan bagaimana ulama pesantren hadir langsung di tengah perjuangan rakyat.

  1. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme, kemanusiaan, dan demokrasi. Selain pernah menjadi Ketua Umum PBNU selama tiga periode, Gus Dur juga menjadi Presiden keempat Republik Indonesia.

Pemikirannya tentang toleransi dan kemanusiaan hingga kini masih relevan. Gus Dur mengajarkan bahwa agama harus menjadi jalan kasih sayang dan perdamaian.

  1. Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan

Syaikhona Kholil merupakan mahaguru para kiai Nusantara. Banyak ulama besar NU pernah belajar kepada beliau, termasuk KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Sosoknya sangat dihormati karena kedalaman ilmu, kewalian, dan perannya dalam memberi restu berdirinya Nahdlatul Ulama melalui isyarat tongkat dan tasbih.

  1. Sultan Muhammad Salahuddin Bima

Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai pemimpin Kerajaan Bima yang mendukung penyebaran NU di wilayahnya. Ia juga aktif memperjuangkan kepentingan rakyat di masa penjajahan.

Keteladanannya menunjukkan bahwa perjuangan umat dapat dilakukan melalui jalur kepemimpinan dan pelayanan masyarakat.

Ke-16 tokoh NU yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tersebut menjadi bukti bahwa pesantren dan ulama memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan bangsa Indonesia. Mereka tidak hanya menjaga agama, tetapi juga merawat persatuan, pendidikan, kebudayaan, dan kemerdekaan bangsa.

Di tengah tantangan zaman hari ini, semangat para ulama dan pejuang NU itu layak terus dihidupkan. Bukan hanya untuk dikenang dalam sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap mencintai ilmu, bangsa, dan kemanusiaan.

Sudah saatnya generasi hari ini tidak sekadar bangga menjadi bagian dari NU, tetapi juga meneladani nilai perjuangan, khidmah, dan keikhlasan para muassis serta ulama pendahulu. Dari pesantren, dari majelis ilmu, dan dari gerakan sosial kemasyarakatan, kebaikan itu bisa terus dilanjutkan.

 

Sumber referensi: NU Online, “16 Tokoh NU yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional”.

Penulis
Andi Budi Setiawan
Tanggal
06 Mei 2026
Dibaca
18 kali
Tags: #artikel #mwcnurogojampi #pcnubanyuwangi #pwnujawatimur #pbnu #nuonline #nadhlatululama
Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!