Mangir – Dalam semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Ranting NU Sumbersuci desa Mangir bersama GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU menggelar peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkai dengan santunan anak yatim piatu pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al Hidayah Kali Cokol, Dusun Sumbersari, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan ukhuwah warga Nahdliyin.
Sebanyak 10 anak yatim piatu dari Dusun Sasak Bomo, Dusun Cengkokan, dan Dusun Sumbersari menerima santunan. Ratusan warga tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias, menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi.
Kegiatan dihadiri oleh jajaran Pengurus Ranting NU Sumbersuci desa Mangir beserta seluruh badan otonom, mulai dari GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, hingga IPPNU. Hadir pula Pengurus MWC NU Rogojampi, PAC Muslimat NU Rogojampi, PAC Fatayat NU Rogojampi, PAC GP Ansor Rogojampi, Forum Pimpinan Desa Mangir beserta perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Tepat pukul 13.30 WIB, acara dimulai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Nahdlatul Ulama, Yalal Wathon.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya kepada Drs. KH. Nur Hasyim, M.Pd.I, Mustasyar MWC NU Tegaldlimo, yang berkenan hadir untuk memberikan mauidzah hasanah.
"Semoga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Rogojampi, Anwar Rofiq, memberikan apresiasi kepada Ranting NU Sumbersuci desa Mangir beserta seluruh badan otonom yang secara istiqamah menyelenggarakan peringatan Tahun Baru Islam sekaligus santunan anak yatim setiap tahunnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.
"Saya mengapresiasi kekompakan warga Nahdliyin Mangir. Kerukunan yang terjalin menjadi modal besar dalam membangun kemaslahatan umat," ungkap Anwar Rofiq.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan PAC GP Ansor Rogojampi yang menyampaikan informasi terkait terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan Ranting GP Ansor Sumbersuci Mangir. Diharapkan kepengurusan yang baru dapat semakin menguatkan peran pemuda Nahdliyin dalam mengabdi kepada agama, organisasi, dan masyarakat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 10 anak yatim piatu secara simbolis. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang perlu terus dihidupkan.
Acara inti diisi dengan mauidzah hasanah oleh Drs. KH. Nur Hasyim, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Beliau menjelaskan bahwa NU adalah "Nuntun Umat", yakni hadir untuk membimbing umat menuju keselamatan dunia dan akhirat melalui dakwah yang santun, moderat, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, KH. Nur Hasyim menekankan pentingnya menghormati kedua orang tua. Menurutnya, bakti kepada orang tua diwujudkan melalui adab yang baik, tutur kata yang santun, serta sikap hormat dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada anak yatim dengan memberikan perhatian, bantuan, dan kasih sayang. Kepedulian terhadap mereka merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Islam.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Nur Hasyim mengingatkan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Meskipun pahala tidak selalu dirasakan secara langsung di dunia, Allah telah menjanjikan ganjaran terbaik bagi setiap hamba yang istiqamah dalam kebaikan.
Beliau juga mengulas keistimewaan ibadah haji sebagai salah satu ibadah yang memiliki kemuliaan luar biasa. Ibadah haji tidak hanya menjadi penyempurna rukun Islam, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri dan penguatan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada bagian akhir tausiyah, KH. Nur Hasyim menjelaskan bahwa dalam kehidupan terdapat tiga sosok orang tua yang wajib dihormati, yaitu orang tua kandung, mertua, dan guru. Ketiganya memiliki jasa besar dalam membentuk kehidupan seseorang serta senantiasa menginginkan kebahagiaan anak-anaknya, baik di dunia maupun di akhirat.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memperhatikan pelaksanaan akikah bagi anak sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kelahiran. Menurutnya, bagi orang tua yang memiliki kemampuan, akikah merupakan amalan yang sangat dianjurkan sebagai wujud tanggung jawab sekaligus ungkapan syukur atas amanah yang telah diberikan Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. KH. Nur Hasyim, M.Pd.I, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Warga yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Mangir menjadi bukti bahwa syiar keagamaan yang dipadukan dengan kepedulian sosial mampu mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Semangat berbagi kepada anak yatim, menghormati orang tua, serta memperkuat ukhuwah menjadi nilai-nilai yang terus dirawat oleh warga Nahdliyin sebagai bagian dari khidmah kepada agama dan bangsa.
Mari terus menghidupkan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang menebarkan kasih sayang, memperkuat persatuan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga setiap langkah kecil dalam berbagi dan mengabdi menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.