Banyuwangi – Sebanyak 31 anggota Polisi Cilik (Pocil) Polresta Banyuwangi asal MI Islamiyah Rogojampi menjalani karantina intensif di Pascamp Park, Glagah, sebagai persiapan menghadapi kompetisi Pocil tingkat Polda Jawa Timur pada Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kekompakan tim menuju target mempertahankan gelar juara umum.
Para peserta merupakan siswa pilihan dari kelas 4 dan 5 MI Islamiyah Rogojampi. Selama masa karantina, mereka mengikuti berbagai pelatihan fisik dan mental yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun jiwa kepemimpinan sejak dini.
Kegiatan karantina dibuka secara resmi oleh Kanit Kamsel Polresta Banyuwangi, Ipda Irvin Venda Rosida, S.E. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa karantina bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kebersamaan.
“Karantina ini bukan hanya latihan fisik, tetapi proses membangun kemandirian dan kekompakan. Di sini, anak-anak belajar melebur menjadi satu tim yang solid,” ujar Ipda Irvin di hadapan peserta.
Suasana sejuk kawasan Glagah menjadi tempat yang mendukung proses pembinaan tersebut. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap agenda yang telah disusun oleh pembina dan pelatih.
Polresta Banyuwangi sendiri menargetkan prestasi tinggi pada kompetisi Pocil tingkat Jawa Timur tahun ini. Setelah sebelumnya berhasil menorehkan prestasi membanggakan, tim Pocil kembali dipersiapkan untuk merebut gelar Juara Umum.
Ipda Irvin menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kesehatan selama masa latihan. Menurutnya, mental yang kuat dan kondisi fisik yang prima menjadi modal utama dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Target kita adalah kembali meraih Juara Umum untuk kedua kalinya. Karena itu, anak-anak harus menjaga stamina, disiplin latihan, dan tetap kompak sebagai satu keluarga,” pesannya.
Selama karantina, peserta mendapatkan pelatihan yang cukup lengkap dan terarah. Materi pertama berfokus pada ketangkasan baris-berbaris, termasuk penajaman gerakan dasar dan variasi formasi.
Selain itu, peserta juga dibekali pendidikan karakter untuk melatih kemandirian selama jauh dari orang tua. Pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama menjadi bagian penting dalam proses ini.
Aspek ketahanan mental juga menjadi perhatian utama. Para peserta diberikan simulasi suasana perlombaan agar terbiasa menghadapi tekanan dan mampu tampil percaya diri saat kompetisi berlangsung nanti.
Dukungan dari para wali murid turut menjadi energi positif bagi para peserta. Salah satu perwakilan orang tua mengaku bangga melihat anak-anak mendapatkan pengalaman berharga melalui program karantina tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena mampu melatih keberanian, kemandirian, dan mental anak-anak. Proses seperti ini akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Karantina Pocil ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara madrasah, kepolisian, dan orang tua dalam mendidik generasi muda. Tidak hanya mengejar prestasi, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan akhlakul karimah.
MI Islamiyah Rogojampi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Semangat kebersamaan dan khidmah yang ditanamkan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, santun, dan berprestasi.
Mari bersama memberikan doa dan dukungan terbaik bagi tim Pocil Polresta Banyuwangi asal MI Islamiyah Rogojampi. Semoga perjuangan mereka membuahkan hasil terbaik serta mampu mengharumkan nama Banyuwangi dan dunia pendidikan madrasah di tingkat Jawa Timur.