Khotmil Qur’an Keliling Mushollah, Cara Ranting NU Kedaleman Rawat Tradisi dan Ukhuwah

Kedaleman – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kedaleman secara rutin menggelar kegiatan Khotmil Qur’an keliling mushollah setiap bulan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi spiritual warga Nahdliyin, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam, penguatan ukhuwah, serta konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput. Khotmil Qur’an dilaksanakan secara bergilir dari satu mushollah ke mushollah lain di wilayah Desa Kedaleman. Pola ini dinilai efektif untuk menghidupkan suasana religius di lingkungan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara pengurus Ranting NU, takmir mushollah, dan jamaah setempat. Ketua Ranting NU Kedaleman menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama sebagai dakwah bil-hal, yakni dakwah yang diwujudkan melalui amaliyah nyata di tengah masyarakat. Selain itu, khotmil Qur’an juga menjadi media konsolidasi organisasi agar komunikasi antara pengurus dan warga NU tetap terjaga secara rutin. Secara teknis, pelaksanaan Khotmil Qur’an dilakukan dengan metode pembagian juz (juz-an), di mana setiap jamaah membaca satu juz Al-Qur’an sehingga khataman dapat diselesaikan dalam satu majelis. Untuk menjaga kesinambungan kegiatan, pengurus Ranting NU Kedaleman juga menyusun jadwal lokasi mushollah secara bergilir agar dapat dipersiapkan jauh hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan tawasul, dilanjutkan dengan pengiriman doa kepada para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama serta para sesepuh Desa Kedaleman. Selanjutnya, jamaah melaksanakan pembacaan Khotmil Qur’an secara bersama-sama. Setelah itu, kegiatan diisi dengan tahlil dan doa, kemudian dilanjutkan ramah tamah serta diskusi ringan terkait perkembangan organisasi Ranting NU. Kegiatan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an dan pengumuman lokasi pelaksanaan untuk bulan berikutnya. Melalui kegiatan ini, Ranting NU Kedaleman berharap keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai kehidupan masyarakat, serta menjaga desa tetap aman, rukun, dan religius. Selain bernilai ibadah, Khotmil Qur’an juga menjadi benteng sosial dalam memperkuat paham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tengah masyarakat desa. Tradisi keagamaan seperti ini dinilai efektif dalam menangkal masuknya paham-paham keagamaan yang ekstrem dan tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Penulis
Sugianto (Sekretaris MWC NU Rogojampi)
Tanggal
04 Jan 2026
Dibaca
27 kali
Tags: #berita #ranting nu #mwc nu #pcnu #pwnu #kedaleman #rogojampi #banyuwangi
Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!