ROGOJAMPI – Muslimat Anak Ranting Lateng kembali menggelar pertemuan rutin sekaligus pengajian keagamaan pada Ahad, 10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di TPQ Al Barokah, Dusun Lateng, Desa Gladag tersebut diikuti sekitar 40 jamaah dari warga Dukuh dan Lateng dengan penuh khidmah dan suasana kekeluargaan.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan susunan kegiatan yang tertib dan bernuansa religius. Pertemuan rutin Muslimat ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi ke-NU-an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Ibu Rahmawati. Suasana semakin semarak saat jamaah bersama-sama menyanyikan lagu Yalal Wathon dan Mars Muslimat NU yang dipandu oleh Ibu Irawati.
Ketua Muslimat Anak Ranting Lateng, Ibu Istiklah, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah agar terus menjaga semangat kebersamaan dan menghadiri kegiatan rutin yang telah menjadi tradisi warga nahdliyin. Menurutnya, majelis seperti ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga sarana menambah ilmu dan memperkuat persaudaraan.
“Pertemuan rutin ini harus terus dijaga karena menjadi wadah silaturahim, belajar agama, sekaligus memperkuat kekompakan warga Muslimat,” tutur Ibu Istiklah di hadapan jamaah.
Materi kultum disampaikan oleh Ibu Nianatus Sholihah yang membahas tentang arti dan hikmah kurban dalam Islam menjelang datangnya Idul Adha. Dalam penyampaiannya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan berkurban sebagai bentuk kepedulian dan pengorbanan seorang Muslim.
Hadis tersebut diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, bahwa Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing kibas seraya berdoa agar kurban tersebut juga menjadi bagian untuk umatnya yang belum mampu berkurban. Penjelasan itu disampaikan sebagai pengingat bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki nilai ritual, tetapi juga nilai sosial dan kemanusiaan.
Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh perhatian. Jamaah tampak antusias mengikuti materi hingga acara selesai, terlebih pembahasan yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta istiqamah dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama Ahlussunah wal Jama’ah.
Pertemuan rutin Muslimat Anak Ranting Lateng ini menjadi bukti bahwa tradisi keislaman di tengah masyarakat masih terus hidup dan terjaga. Dari majelis sederhana seperti inilah nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pendidikan akhlak terus ditanamkan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat diajak untuk tidak lelah merawat majelis ilmu dan tradisi keagamaan. Sebab, kekuatan umat tidak hanya dibangun dari hal besar, tetapi juga dari langkah-langkah kecil yang istiqamah dalam menjaga silaturahim, ilmu, dan semangat berbagi kepada sesama.
Editor : Andi Budi Setiawan