Mengenal Lebih Dekat Tradisi Tahlilan dalam NU

Tahlilan adalah salah satu tradisi keagamaan yang sangat melekat dengan warga Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan membaca tahlil ini merupakan bentuk dzikir dan doa bersama yang dilakukan untuk berbagai keperluan. Secara bahasa, tahlil berasal dari kata "hallala" yang berarti mengucapkan kalimat "La ilaha illallah" (Tidak ada Tuhan selain Allah). Dalam praktiknya, tahlilan mencakup pembacaan berbagai dzikir, ayat suci Al-Quran, dan doa-doa. Dasar Hukum Tahlilan: Para ulama NU berpendapat bahwa tahlilan diperbolehkan berdasarkan beberapa dalil, antara lain: 1. Hadits tentang keutamaan dzikir bersama 2. Hadits tentang mendoakan orang yang telah meninggal 3. Praktik para ulama salaf yang melakukan dzikir bersama Manfaat Tahlilan: 1. Menguatkan silaturahmi antar warga 2. Sarana edukasi keagamaan 3. Melatih kemampuan membaca Al-Quran 4. Mendoakan orang yang telah meninggal 5. Menumbuhkan rasa kebersamaan Tradisi tahlilan telah menjadi ciri khas warga NU dan tetap dilestarikan hingga saat ini. Di wilayah Rogojampi sendiri, tradisi tahlilan dilaksanakan di berbagai masjid dan musholla setiap malam Jumat atau pada momen-momen tertentu. Sebagai warga Nahdliyin, kita patut bangga dengan tradisi luhur ini dan terus melestarikannya kepada generasi penerus.
Penulis
Andi Budi Setiawan
Tanggal
05 Nov 2025
Dibaca
6 kali
Tags: #tahlil #tradisi nu #dzikir
Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!