Rogojampi – Dalam rangka memperingati Harlah ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama, MWC NU Rogojampi bersama YPIA Rogojampi dan Media Sastrawacana.id menggelar Lokakarya Jurnalistik Digital NU bertema Inovasi Penulisan Berita dan Dokumentasi NU Berbasis Artificial Intelligence, Ahad (8/2/2026), di MI Islamiyah Rogojampi.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari pengurus ranting NU, Banom, IPNU–IPPNU, ISNU, serta perwakilan lembaga pendidikan di bawah naungan YPIA Rogojampi. Hadir jajaran syuriah dan tanfidziyah MWC NU Rogojampi serta para kepala sekolah dan operator lembaga pendidikan.
Rois Syuriah MWC NU Rogojampi, Kyai Faturrozaq Ahdini, dalam khutbah iftitah menekankan pentingnya menjaga lisan dan tulisan di era digital, mengenali zaman, serta istiqamah di jalan Ahlussunnah wal Jamaah. Menurutnya, teknologi harus digunakan sebagai sarana maslahat dan khidmah.
Ketua YPIA Rogojampi, Drs. H. Moh. Dimyati, MM, menyampaikan pentingnya literasi digital bagi generasi muda NU serta perlunya kontrol editorial sebelum berita dipublikasikan agar media NU tetap kredibel dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Nanang Khoriri, SH, yang mewakili Ketua Tanfidziyah MWC NU Rogojampi, menyoroti Artificial Intelligence (AI) sebagai fenomena yang memiliki manfaat sekaligus risiko. Menurutnya, warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus selangkah lebih maju dalam memahami dan memanfaatkan AI, khususnya dalam pengelolaan media dan informasi.
“AI punya kelebihan dan kelemahan. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi, agar tidak terjebak arus informasi yang menyesatkan,” tegasnya
Lokakarya menghadirkan Maulana Affandi Digital Specialist Lintang Academy, memaparkan pemanfaatan AI, khususnya ChatGPT, dalam penulisan berita. Ia menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu; ide, nilai, dan keputusan akhir tetap berada pada manusia. Peserta juga diajak praktik langsung menulis berita menggunakan AI.
Narasumber kedua, Andi Budi Setiawan Jurnalis Sastrawacana.id, menegaskan bahwa penulisan berita NU harus berlandaskan kejujuran, kejelasan, dan kemanfaatan. Ia mengingatkan pentingnya kaidah 5W+1H, menghindari kabar provokatif dan salin-tempel, serta memandang menulis sebagai bentuk khidmah dan ikhtiar menyebarkan kebaikan.
Sebagai tindak lanjut, peserta diberi tugas menulis berita kegiatan di lingkungan masing-masing. Panitia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan media NU melalui pengelolaan website mwcnurogojampi.com dan ypiarogojampi.mwcnurogojampi.com sebagai sarana dakwah dan literasi digital NU.