MERAWAT TRADISI, MENYEMAI KETAKWAAN: PONDOK RAMADHAN RANTING NU GITIK 2 KRAJAN PERKUAT PEMBINAAN GENERASI MUDA

GITIK KRAJAN – Pondok Ramadhan NU Ranting Gitik 2 Krajan kembali digelar di Masjid Baiturrahim pada Sabtu (1/3) pukul 17.00 WIB menjelang berbuka puasa. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter generasi muda Nahdlatul Ulama di lingkungan masyarakat Gitik Krajan.

Pondok Ramadhan Ranting NU Gitik 2 Krajan diikuti jamaah remaja hingga warga sekitar dengan penuh antusias. Agenda ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dalam merawat tradisi keagamaan serta menanamkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

Acara dibuka secara resmi oleh Ustadz Samsudin selaku Ketua Syuriyah NU Ranting Gitik 2. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pondok Ramadhan merupakan tradisi yang terus dijaga setiap tahun sebagai sarana membina umat dan menyiapkan generasi penerus yang berakhlak serta cinta terhadap amaliyah ke-NU-an.

Suasana kegiatan semakin hidup dengan penampilan Grup Hadrah Ranting NU Gitik 2 yang terdiri dari para remaja. Lantunan shalawat yang dibawakan dengan penuh semangat menghadirkan kekhusyukan sekaligus menunjukkan bahwa syiar Islam dapat dikemas kreatif tanpa meninggalkan warisan tradisi para ulama.

Pengajian inti disampaikan oleh Ustadz H. Andi Hidayat yang menguraikan hikmah Ramadhan sebagai bulan tarbiyah. Puasa dipahami sebagai latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan dan pandangan, serta memperkuat kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Ramadhan juga dimaknai sebagai momentum menumbuhkan empati sosial. Rasa lapar dan dahaga mengajarkan kepedulian terhadap sesama, sehingga umat didorong memperbanyak sedekah, berbagi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Penekanan lain dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya mendidik generasi muda agar mencintai Al-Qur’an, rajin shalat berjamaah, serta menghormati orang tua dan guru. Keberhasilan Ramadhan, menurutnya, tidak diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari perubahan akhlak setelah bulan suci berakhir.

Kegiatan Pondok Ramadhan ditutup dengan buka puasa bersama yang disiapkan secara gotong royong oleh warga Nahdliyin. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa kuat saat jamaah berbagi takjil dan hidangan berbuka.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Pondok Ramadhan Ranting NU Gitik 2 Krajan diharapkan terus menjadi sarana pembinaan iman dan akhlak serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun generasi muda yang religius dan berkarakter.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus memakmurkan masjid dan menghidupkan Ramadhan dengan amaliyah yang bermanfaat. Semoga semangat khidmah dan kebersamaan ini menjadi inspirasi untuk menyebarkan kebaikan dan memperkuat ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Penulis
Ustadz Syamsudin ( Ketua Syuriah NU Ranting Gitik 2)
Tanggal
01 Mar 2026
Dibaca
33 kali
Tags: #berita #pondokramadanrantingnugitik2 #rantingnugitik2 #mwc nu #pcnu #pwnu #rogojampi #banyuwangi
Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!