NGAJI IHYA’ ULUMIDDIN DI PP RODLIMAN BABURRIDLO SELAMA RAMADHAN, SANTRI ISTIQAMAH HINGGA 25 RAMADHAN
BANYUWANGI – Kegiatan Ngaji Ihya’ Ulumiddin di PP Rodliman Baburridlo menjadi salah satu agenda rutin Ramadhan yang sarat makna keilmuan dan spiritual. Pengajian ini diikuti oleh para santri yang tidak pulang selama bulan suci, berlangsung setiap ba’da Subuh dan setelah salat Tarawih hingga 25 Ramadhan.
Ngaji Ihya’ Ulumiddin di PP Rodliman Baburridlo diasuh langsung oleh Ustadz Imam Mas’ud Arifin, M.Pd.I. Beliau juga merupakan Mustasyar MWC NU Rogojampi, Ketua MUI Rogojampi, serta Penyuluh Agama ASN KUA Rogojampi.
Kitab yang dikaji adalah Ihya’ Ulumiddin juz 1, karya monumental Imam Al-Ghazali yang membahas keutamaan ilmu, adab ibadah, serta pembinaan akhlak. Materi disampaikan dengan metode bandongan dan penjelasan kontekstual agar mudah dipahami oleh para santri.
Kegiatan Ngaji Ihya’ Ulumiddin di PP Rodliman Baburridlo telah menjadi tradisi tahunan pesantren. Ramadhan dimaknai sebagai momentum memperdalam ilmu dan membersihkan hati melalui penguatan aspek syariat, tarekat, dan hakikat.
Para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pengajian. Meskipun dilaksanakan pada waktu Subuh dan malam hari, mereka tetap hadir dengan disiplin dan khidmah.
Menurut Ustadz Imam Mas’ud Arifin, pengajian ini bertujuan membentuk karakter santri agar memiliki kedalaman ilmu sekaligus keluhuran akhlak. “Ihya’ Ulumiddin bukan hanya kitab ilmu, tetapi juga pedoman membangun hati yang hidup dan akhlak yang mulia,” ungkap beliau.
Kebersamaan para santri selama Ramadhan juga menjadi sarana pembinaan kemandirian. Mereka menjalani ibadah, belajar, dan aktivitas harian dalam suasana ukhuwah yang hangat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pesantren akan menggelar buka bersama dengan wali santri pada 25 Ramadhan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ungkapan syukur atas keberkahan Ramadhan yang dilalui bersama.
Tradisi Ngaji Ihya’ Ulumiddin di PP Rodliman Baburridlo mencerminkan nilai Ahlussunah wal Jama’ah yang menekankan keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Pesantren hadir sebagai pusat pembinaan umat yang menebarkan kemaslahatan bagi masyarakat sekitar.
Mari kita dukung dan hidupkan tradisi keilmuan di pesantren sebagai benteng moral generasi muda. Semoga keberkahan Ramadhan senantiasa menyertai langkah kita dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Editor Andi Budi Setiawan