BANYUWANGI – Ujian Praktik Lari Jarak Jauh MTs Rogojampi menjadi momentum penting bagi 40 siswa kelas IX dalam menuntaskan salah satu tahapan akhir pendidikan mereka, Selasa (9/2/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari Ujian Praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) ini digelar sejak pukul 06.30 WIB di lingkungan madrasah dengan penuh semangat dan kedisiplinan.
Sejak pagi, para siswa telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian Ujian Praktik Lari Jarak Jauh MTs Rogojampi yang menjadi syarat pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Tepat pukul 07.00 WIB, kegiatan diawali dengan pemanasan bersama yang dipandu guru pengampu PJOK. Rute lari yang telah disurvei sebelumnya melintasi area pedesaan sekitar madrasah, dengan mempertimbangkan aspek keamanan serta tingkat kesulitan yang sesuai bagi siswa tingkat MTs.
Guru PJOK sekaligus koordinator lapangan, Hendra Agusti Wijaya, menjelaskan bahwa pemilihan lari jarak jauh bukan tanpa alasan. Menurutnya, materi ini menjadi indikator efektif untuk mengukur daya tahan jantung dan paru-paru siswa, sekaligus melatih ketangguhan mental.
“Kami ingin membangun kejujuran fisik dan mental siswa. Yang dinilai bukan sekadar siapa tercepat, tetapi teknik berlari, pengaturan napas, konsistensi langkah, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang relatif terbatas memungkinkan proses pemantauan dan penilaian dilakukan lebih optimal dan objektif. Selama pelaksanaan ujian, guru dan tim kesehatan turut bersiaga di beberapa titik untuk memastikan keamanan peserta.
Kepala MTs Rogojampi, Imam Mohtar, juga hadir memberikan dukungan langsung kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kesehatan jasmani sebagai bagian dari amanah pendidikan Ahlussunah wal Jama’ah.
“Di MTs Rogojampi, kami ingin mencetak generasi yang cerdas akalnya dan kuat fisiknya. Raga yang sehat akan menopang ibadah dan pengabdian mereka di tengah masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para siswa memaknai lintasan lari sebagai simbol perjalanan hidup. Menurutnya, setiap tanjakan dan rasa lelah adalah pelajaran tentang kesabaran, ikhtiar, dan keteguhan hati.
Kegiatan Ujian Praktik Lari Jarak Jauh MTs Rogojampi berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dengan sesi pendinginan bersama. Wajah lelah namun penuh kepuasan terlihat dari para peserta yang berhasil menuntaskan tantangan. Dukungan warga sekitar yang turut menyemangati semakin menambah semarak suasana pagi itu.
Pelaksanaan ujian praktik ini menjadi bagian dari komitmen MTs Rogojampi dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, dan fisik. Nilai kedisiplinan, sportivitas, serta semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi Ujian Madrasah dan jenjang pendidikan berikutnya.
Semoga semangat pantang menyerah yang terasah melalui Ujian Praktik Lari Jarak Jauh MTs Rogojampi ini terus tumbuh dalam diri para siswa. Mari kita dukung bersama ikhtiar madrasah dalam menyiapkan generasi muda Nahdliyin yang sehat, tangguh, dan siap berkhidmah untuk agama, bangsa, dan kemaslahatan umat.
Penulis Mohamad Fauzi Agung Pamuji, S.Pd
Editor Andi Budi Setiawan