Ustadz Andi Hidayat Ajak Warga Lateng Muhasabah Awal Tahun: Perkuat Salat, Sodaqoh, dan Solawat

Lateng, Rogojampi – Rangkaian Kenduren Takir Sewu yang digelar warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kamis (1/1/2026), ditutup dengan pengajian umum ba’da Magrib bertema Muhasabah Awal Tahun dan Doa Bersama. Tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Andi Hidayat, S.Ag, Wakil Katib Syuriah MWC NU Rogojampi. Sebelum pengajian, Kenduren Takir Sewu telah diawali sejak sore hari dengan pembukaan acara, sambutan ketua panitia, tahlil, serta doa bersama. Tradisi kenduren tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan nikmat Allah SWT, sekaligus ikhtiar spiritual untuk mengawali tahun 2026 dengan doa, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Usai doa bersama, warga mengikuti ramah tamah makan bersama dengan menyantap ribuan takir berisi aneka makanan khas Banyuwangi yang disajikan menggunakan daun pisang. Suasana guyup rukun dan kebersamaan tampak kuat, mencerminkan nilai sosial dan spiritual yang terus dirawat oleh masyarakat Dusun Lateng. Memasuki acara inti ba’da Magrib, Ustadz Andi Hidayat, S.Ag mengajak jamaah untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah diri. Ia menegaskan bahwa awal tahun seharusnya diisi dengan introspeksi dan perbaikan diri, bukan dengan keluh kesah apalagi menyalahkan Allah SWT atas berbagai permasalahan hidup. “Mengawali tahun baru, mari kita banyak bermuhasabah. Jangan mudah menyalahkan Allah atas ujian hidup, karena apa pun yang Allah berikan pasti mengandung hikmah dan pelajaran bagi hamba-Nya,” tuturnya. Dalam tausiyahnya, Ustadz Andi juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebaikan seorang Muslim tidak hanya tercermin dari ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak kepada sesama manusia dan kepedulian terhadap alam sebagai ciptaan Allah SWT. Lebih lanjut, ia mengingatkan tiga amalan utama yang perlu dijaga dan diperkuat dalam menyongsong tahun 2026, yakni salat, sodaqoh, dan solawat. Terkait salat, Ustadz Andi menegaskan bahwa salat adalah tiang agama dan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Ia menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu, khususnya salat berjamaah, karena salat memiliki fungsi sebagai pengendali diri agar terhindar dari perbuatan maksiat. “Kalau salat kita baik, insyaallah perilaku kita juga akan terjaga. Salat itu menjadi rem bagi seorang Muslim, pengingat agar tidak mudah tergelincir dalam dosa,” jelasnya. Amalan kedua yang ditekankan adalah sodaqoh. Menurutnya, sodaqoh tidak akan mengurangi harta, justru menjadi sebab datangnya rezeki, keberkahan hidup, serta penolak bala. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan berbagi, meski dengan nominal kecil, selama dilakukan dengan ikhlas. “Sodaqoh itu magnet rezeki. Dengan sodaqoh, Allah lapangkan urusan kita dan dijauhkan dari berbagai musibah,” ujarnya. Adapun amalan ketiga, memperbanyak membaca solawat kepada Nabi Muhammad SAW, dinilai sebagai kunci memperoleh ketenangan hati dan keberkahan hidup. Ustadz Andi Hidayat menjelaskan bahwa solawat adalah bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus jalan untuk mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. “Orang yang ringan membaca solawat, hidupnya akan terasa lebih tenang. Solawat mendekatkan kita kepada Nabi dan membuka pintu rahmat Allah,” tuturnya. Memasuki bulan Rajab, Ustadz Andi juga mengingatkan jamaah yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadan tahun sebelumnya agar segera menunaikannya sebelum datang Ramadan berikutnya. “Rajab adalah bulan persiapan. Jika masih punya hutang puasa Ramadan, segeralah dibayar agar ibadah kita lebih ringan dan sempurna,” pesannya. Selain itu, ia mengajak jamaah untuk menghidupkan kembali semangat ibadah Ramadan, seperti puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagai amalan lainnya, agar nilai-nilai Ramadan tidak hanya dirasakan setahun sekali, tetapi terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Pengajian tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU, jamaah tahlil, serta masyarakat sekitar Dusun Lateng. Hadir pula Wakil Rois Syuriah MWC NU Rogojampi Ustadz Husnan, serta pengurus Ranting NU Lateng lainnya. Melalui Kenduren Takir Sewu yang dipadukan dengan pengajian muhasabah awal tahun ini, warga Dusun Lateng tidak hanya merawat tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat spiritualitas, kebersamaan sosial, dan komitmen beribadah dalam menyongsong tahun 2026 yang lebih berkah dan bermakna.
Penulis
Andi Budi Setiawan
Tanggal
02 Jan 2026
Dibaca
16 kali
Tags: #berita #ranting nu lateng #mwc nu #pcnu #pwnu #rogojampi #banyuwangi
Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!