Khutbah
Daftar khutbah terbaru dari MWC NU Rogojampi
SHALAWAT DAN SALAM YANG KITA SAMPAIKAN, LANGSUNG DIJAWAB RASULULLAH SAW
Khutbah Pertama إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أما بعد فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوه حق تقاته، واستسلموا لحكمه وشريعته، واعلموا أن الله تعالى قال: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ . وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt. Pada Jumat kedua di bulan Sya’ban ini, marilah kita senantiasa saling mengingatkan dan saling menasihati untuk terus menjaga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Caranya adalah dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan inilah yang menjadi kunci keselamatan hidup kita. Rasulullah Saw pernah ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah faktor yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab: أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ Artinya: “Perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia.” Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt. Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat bahwa shalawat dan salam yang kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw pasti diterima oleh Allah Swt. Shalawat kita diterima bukan karena bagusnya suara kita, bukan karena kefasihan makhraj huruf, dan bukan pula karena indahnya lagu atau nada bacaan kita. Shalawat kita diterima semata-mata karena kepada siapa shalawat itu kita tujukan, yaitu kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad Saw. Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda: إنَّ من أفضلِ أيَّامِكُم يومَ الجمعةِ فيهِ خُلِقَ آدمُ وفيهِ قُبِضَ وفيهِ النَّفخةُ وفيهِ الصَّعقةُ “Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat.” Pada hari Jumat itulah Nabi Adam AS diciptakan, diwafatkan, dan pada hari itu pula sangkakala ditiup. Oleh karena itu, Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya: فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ “Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.” Para sahabat kemudian bertanya,: وَكَيفَ تُعرَضُ صلاتُنا عليكَ وقد أرِمتَ - يقولونَ بليتَ "Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur (tulang belulangnya)?" Rasulullah Saw menjawab: إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk merusak jasad para nabi.” Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt. Hadis ini menjelaskan bahwa shalawat yang kita bacakan benar-benar sampai kepada Rasulullah Saw. Allah Swt menjaga jasad para nabi agar tetap utuh. Namun, jasad yang utuh saja tidak cukup untuk menerima shalawat, jika tidak disertai dengan ruh. Karena itulah Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadis lain: مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ إِلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ Artinya: “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku, sehingga aku dapat membalas salamnya.” Hadis ini menegaskan bahwa setiap shalawat dan salam yang kita sampaikan akan langsung dijawab oleh Rasulullah Saw. Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt. Keutamaan shalawat bukan hanya menjadikan kita dikenal oleh Rasulullah Saw dan berhak mendapatkan syafaat beliau kelak. Lebih dari itu, orang tua kita pun ikut dikenalkan kepada Rasulullah Saw melalui shalawat yang kita baca. Rasulullah Saw bersabda: إنَّ اللهَ وكَّل بقَبْري مَلَكًا أعطاه أسماعَ الخلائقِ فلا يُصَلِّي عليَّ أحَدٌ إلى يومِ القيامةِ إلَّا أبلَغَني باسمِه واسمِ أبيه هذا فلانُ بنُ فلانٍ قد صلَّى عليك "Sesungguhnya Allah telah menugaskan seorang Malaikat di kuburku yang Dia berikan kemampuan untuk mendengar pendengaran seluruh makhluk. Maka, tidaklah seseorang bersalawat kepadaku hingga hari kiamat, melainkan Malaikat itu akan menyampaikan kepadaku nama orang tersebut dan nama ayahnya, (ia berkata): 'Ini adalah Fulan bin Fulan telah bersalawat kepadamu'. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa istiqamah membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, dengan harapan beliau berkenan mengenali kita sebagai umatnya dan memberikan syafaatnya kepada kita dan kedua orang tua kita di hari kiamat kelak. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ (٢) اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ (٣) Khutbah Kedua الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا Doa عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Baca Selengkapnya
Sya’ban adalah Bulan Shalawat atas Nabi Muhammad Saw
Khutbah 1 الحمد لله رب العالمين. الذى خلق الإنسان فى احسن تقويم. وفضله على كثير ممن خلق بالانعام والتكريم.فان استقام على طاعة الله استمر له هذا التفضيل فى جنات النعيم. وإلا رد فى الهوان والعذاب الاليم. اشهد ان لا اله إلا الله وهو الخلاق العليم. واشهد أن سيدنا محمدا رسول الله شهد له ربه بقوله وانك لعلى خلق عظيم. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه الذين ساروا على النهج القويم والصراط المستقيم اما بعد. فيايها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT. Pada Jumat pertama di bulan Sya’ban ini, marilah kita senantiasa saling mengingatkan dan saling memberi wasiat untuk terus berusaha semaksimal mungkin menjaga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SwT, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan keimanan dan ketakwaan itulah kita akan meraih kebahagiaan, ketenangan, dan keselamatan, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT. Tidak terasa, kita telah memasuki bulan Sya’ban, yaitu bulan yang di dalamnya Allah SwT memberikan anugerah istimewa kepada Nabi kita, Nabi Muhammad Saw. Anugerah tersebut merupakan bentuk pengukuhan atas tingginya derajat Rasulullah di sisi Allah SwT, yakni dengan diturunkannya Surah Al-Ahzab ayat 56: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” Ayat ini menjadi bukti betapa agungnya kedudukan Nabi Muhammad Saw di sisi Allah SwT. Oleh karena itu, di bulan Sya’ban ini, amalan terbaik bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw adalah memperbanyak bacaan shalawat dan salam kepada beliau. اللهم صل وسلم على سيدنا وحبيبنا ونبينا محمد Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT. Mengapa bacaan shalawat menjadi amalan utama bagi umat Nabi Muhammad Saw? Setidaknya ada beberapa alasan penting. Pertama, shalawat merupakan ibadah yang secara langsung diperintahkan oleh Allah SwT kepada orang-orang yang beriman. Dalam ayat yang telah kita dengarkan tadi dijelaskan bahwa Allah SwT dan seluruh malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Maka sudah sepantasnya kita sebagai umatnya lebih bersungguh-sungguh dalam memperbanyak shalawat. Makna shalawat dari Allah SwT adalah rahmat dan rida-Nya, shalawat dari malaikat adalah doa serta permohonan ampun, sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin adalah doa dan pengagungan kepada Nabi Muhammad Saw. Para ulama telah bersepakat bahwa bershalawat kepada Nabi hukumnya wajib bagi setiap muslim, minimal sekali seumur hidup. Kedua, shalawat merupakan satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah SwT. Hadirin sekalian, seluruh ibadah yang kita lakukan memiliki dua kemungkinan, yaitu diterima atau ditolak oleh Allah SwT. Shalat, misalnya, apabila diterima oleh Allah SwT, akan berdampak pada perilaku kita, sebagaimana firman Allah SwT: اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ Artinya: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” Namun, Rasulullah Saw juga mengingatkan bahwa shalat bisa tidak diterima apabila tidak memenuhi syarat dan rukunnya. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Saw bersabda: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ Artinya: “Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Surah Al-Fatihah.” Begitu pula dengan ibadah puasa. Rasulullah Saw bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Namun, dalam hadis lain Rasulullah Saw juga mengingatkan: كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صَوْمِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.” Hal ini menunjukkan bahwa ibadah selain shalawat masih memiliki kemungkinan ditolak. Berbeda dengan shalawat, tidak ada satu pun dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadis, yang menyebutkan bahwa shalawat kepada Nabi Muhammad Saw ditolak oleh Allah SwT. Karena itulah para ulama sepakat bahwa shalawat yang dibaca oleh umat Nabi Muhammad Saw pasti diterima. Sebagaimana dikatakan dalam syair para ulama: ادم الصلاة على النبي محمد فـقبولها حتما بغير تردد أعمالنا بين القبول وردها إلا الصلاة على النبي محمد Artinya: “Teruslah engkau bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, karena shalawat itu pasti diterima tanpa keraguan. Amal-amal kita ada yang diterima dan ada yang ditolak, kecuali shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.” Ketiga, shalawat menjadi sebab seseorang dikenal oleh Nabi Muhammad Saw. Di Padang Mahsyar kelak, semua manusia berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw. Namun, syafaat tersebut hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki kedekatan dengan beliau, salah satunya adalah mereka yang semasa hidupnya sering bershalawat. Rasulullah Saw bersabda: إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ صَلَاةً عَلَيَّ Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT. Demikian khutbah pada kesempatan hari ini. Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah SwT senantiasa memberikan maunah dan taufik-Nya kepada kita semua, sehingga kita dimudahkan dan diistiqamahkan untuk senantiasa bershalawat dan bersalam kepada Nabi Muhammad Saw. Khutbah 2 الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا Doa : ... عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Baca SelengkapnyaKeutamaan Menjaga Silaturahmi dalam Islam
Silaturahmi adalah salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Menjaga tali persaudaraan dan kekeluargaan membawa keberkahan dalam hidup.
Baca SelengkapnyaMenyambut Bulan Ramadan dengan Persiapan yang Matang
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat meraih manfaat maksimal dari bulan suci ini.
Baca SelengkapnyaPentingnya Mencari Ilmu dalam Kehidupan Muslim
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita menuju ridha Allah SWT.
Baca SelengkapnyaBerbakti kepada Orang Tua: Surga di Telapak Kaki Ibu
Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang sangat penting dalam Islam. Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.
Baca SelengkapnyaMenjaga Lisan dan Dampaknya dalam Kehidupan Sosial
Lisan adalah anggota tubuh yang kecil namun dampaknya sangat besar. Kita wajib menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia dan menyakitkan.
Baca Selengkapnya