Sya’ban adalah Bulan Shalawat atas Nabi Muhammad Saw
Khatib
Penulis
Tanggal
19 Januari 2026
bulan Sya'ban
Khutbah 1
الحمد لله رب العالمين. الذى خلق الإنسان فى احسن تقويم. وفضله على كثير ممن خلق بالانعام والتكريم.فان استقام على طاعة الله استمر له هذا التفضيل فى جنات النعيم. وإلا رد فى الهوان والعذاب الاليم. اشهد ان لا اله إلا الله وهو الخلاق العليم. واشهد أن سيدنا محمدا رسول الله شهد له ربه بقوله وانك لعلى خلق عظيم. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه الذين ساروا على النهج القويم والصراط المستقيم اما بعد. فيايها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT.
Pada Jumat pertama di bulan Sya’ban ini, marilah kita senantiasa saling mengingatkan dan saling memberi wasiat untuk terus berusaha semaksimal mungkin menjaga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SwT, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan keimanan dan ketakwaan itulah kita akan meraih kebahagiaan, ketenangan, dan keselamatan, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT.
Tidak terasa, kita telah memasuki bulan Sya’ban, yaitu bulan yang di dalamnya Allah SwT memberikan anugerah istimewa kepada Nabi kita, Nabi Muhammad Saw. Anugerah tersebut merupakan bentuk pengukuhan atas tingginya derajat Rasulullah di sisi Allah SwT, yakni dengan diturunkannya Surah Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Ayat ini menjadi bukti betapa agungnya kedudukan Nabi Muhammad Saw di sisi Allah SwT. Oleh karena itu, di bulan Sya’ban ini, amalan terbaik bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw adalah memperbanyak bacaan shalawat dan salam kepada beliau.
اللهم صل وسلم على سيدنا وحبيبنا ونبينا محمد
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT.
Mengapa bacaan shalawat menjadi amalan utama bagi umat Nabi Muhammad Saw? Setidaknya ada beberapa alasan penting.
Pertama, shalawat merupakan ibadah yang secara langsung diperintahkan oleh Allah SwT kepada orang-orang yang beriman. Dalam ayat yang telah kita dengarkan tadi dijelaskan bahwa Allah SwT dan seluruh malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Maka sudah sepantasnya kita sebagai umatnya lebih bersungguh-sungguh dalam memperbanyak shalawat.
Makna shalawat dari Allah SwT adalah rahmat dan rida-Nya, shalawat dari malaikat adalah doa serta permohonan ampun, sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin adalah doa dan pengagungan kepada Nabi Muhammad Saw. Para ulama telah bersepakat bahwa bershalawat kepada Nabi hukumnya wajib bagi setiap muslim, minimal sekali seumur hidup.
Kedua, shalawat merupakan satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah SwT. Hadirin sekalian, seluruh ibadah yang kita lakukan memiliki dua kemungkinan, yaitu diterima atau ditolak oleh Allah SwT.
Shalat, misalnya, apabila diterima oleh Allah SwT, akan berdampak pada perilaku kita, sebagaimana firman Allah SwT:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ
Artinya: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Namun, Rasulullah Saw juga mengingatkan bahwa shalat bisa tidak diterima apabila tidak memenuhi syarat dan rukunnya. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Saw bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Artinya: “Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Surah Al-Fatihah.”
Begitu pula dengan ibadah puasa. Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Namun, dalam hadis lain Rasulullah Saw juga mengingatkan:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صَوْمِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.”
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah selain shalawat masih memiliki kemungkinan ditolak. Berbeda dengan shalawat, tidak ada satu pun dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadis, yang menyebutkan bahwa shalawat kepada Nabi Muhammad Saw ditolak oleh Allah SwT. Karena itulah para ulama sepakat bahwa shalawat yang dibaca oleh umat Nabi Muhammad Saw pasti diterima.
Sebagaimana dikatakan dalam syair para ulama:
ادم الصلاة على النبي محمد
فـقبولها حتما بغير تردد
أعمالنا بين القبول وردها
إلا الصلاة على النبي محمد
Artinya: “Teruslah engkau bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, karena shalawat itu pasti diterima tanpa keraguan. Amal-amal kita ada yang diterima dan ada yang ditolak, kecuali shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.”
Ketiga, shalawat menjadi sebab seseorang dikenal oleh Nabi Muhammad Saw. Di Padang Mahsyar kelak, semua manusia berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw. Namun, syafaat tersebut hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki kedekatan dengan beliau, salah satunya adalah mereka yang semasa hidupnya sering bershalawat.
Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ صَلَاةً عَلَيَّ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.”
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah SwT.
Demikian khutbah pada kesempatan hari ini. Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah SwT senantiasa memberikan maunah dan taufik-Nya kepada kita semua, sehingga kita dimudahkan dan diistiqamahkan untuk senantiasa bershalawat dan bersalam kepada Nabi Muhammad Saw.
Khutbah 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ
بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا
Doa : ...
عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Referensi
Belum ada referensi yang dicantumkan untuk artikel khutbah ini.
Tags:
jumat
khutbah
dakwah
ukuwah islamiyah
syiar
mwc nu rogojampi
pcnu banyuwangi
Download Artikel: