SHALAWAT DAN SALAM YANG KITA SAMPAIKAN, LANGSUNG DIJAWAB RASULULLAH SAW
Khatib
Penulis
Tanggal
26 Januari 2026
Shalawat: Amalan yang Pasti Diterima dan Dijawab Rasulullah
Khutbah Pertama
إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أما بعد
فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوه حق تقاته، واستسلموا لحكمه وشريعته، واعلموا أن الله تعالى قال:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ . وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.
Pada Jumat kedua di bulan Sya’ban ini, marilah kita senantiasa saling mengingatkan dan saling menasihati untuk terus menjaga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Caranya adalah dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ketakwaan inilah yang menjadi kunci keselamatan hidup kita.
Rasulullah Saw pernah ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah faktor yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?” Beliau menjawab:
أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
Artinya: “Perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia.”
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.
Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat bahwa shalawat dan salam yang kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw pasti diterima oleh Allah Swt. Shalawat kita diterima bukan karena bagusnya suara kita, bukan karena kefasihan makhraj huruf, dan bukan pula karena indahnya lagu atau nada bacaan kita.
Shalawat kita diterima semata-mata karena kepada siapa shalawat itu kita tujukan, yaitu kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad Saw.
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.
Rasulullah Saw bersabda:
إنَّ من أفضلِ أيَّامِكُم يومَ الجمعةِ فيهِ خُلِقَ آدمُ وفيهِ قُبِضَ وفيهِ النَّفخةُ وفيهِ الصَّعقةُ
“Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat.”
Pada hari Jumat itulah Nabi Adam AS diciptakan, diwafatkan, dan pada hari itu pula sangkakala ditiup. Oleh karena itu, Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya:
فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.”
Para sahabat kemudian bertanya,:
وَكَيفَ تُعرَضُ صلاتُنا عليكَ وقد أرِمتَ - يقولونَ بليتَ
"Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur (tulang belulangnya)?"
Rasulullah Saw menjawab:
إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk merusak jasad para nabi.”
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.
Hadis ini menjelaskan bahwa shalawat yang kita bacakan benar-benar sampai kepada Rasulullah Saw. Allah Swt menjaga jasad para nabi agar tetap utuh. Namun, jasad yang utuh saja tidak cukup untuk menerima shalawat, jika tidak disertai dengan ruh.
Karena itulah Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadis lain:
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ إِلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ
Artinya: “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku, sehingga aku dapat membalas salamnya.”
Hadis ini menegaskan bahwa setiap shalawat dan salam yang kita sampaikan akan langsung dijawab oleh Rasulullah Saw.
Hadirin jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.
Keutamaan shalawat bukan hanya menjadikan kita dikenal oleh Rasulullah Saw dan berhak mendapatkan syafaat beliau kelak. Lebih dari itu, orang tua kita pun ikut dikenalkan kepada Rasulullah Saw melalui shalawat yang kita baca.
Rasulullah Saw bersabda:
إنَّ اللهَ وكَّل بقَبْري مَلَكًا أعطاه أسماعَ الخلائقِ فلا يُصَلِّي عليَّ أحَدٌ إلى يومِ القيامةِ إلَّا أبلَغَني باسمِه واسمِ أبيه هذا فلانُ بنُ فلانٍ قد صلَّى عليك
"Sesungguhnya Allah telah menugaskan seorang Malaikat di kuburku yang Dia berikan kemampuan untuk mendengar pendengaran seluruh makhluk. Maka, tidaklah seseorang bersalawat kepadaku hingga hari kiamat, melainkan Malaikat itu akan menyampaikan kepadaku nama orang tersebut dan nama ayahnya, (ia berkata): 'Ini adalah Fulan bin Fulan telah bersalawat kepadamu'.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa istiqamah membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, dengan harapan beliau berkenan mengenali kita sebagai umatnya dan memberikan syafaatnya kepada kita dan kedua orang tua kita di hari kiamat kelak.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ (٢)
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ (٣)
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنِي بِمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا
Doa
عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Referensi
Belum ada referensi yang dicantumkan untuk artikel khutbah ini.
Tags:
jumat
khutbah
dakwah
ukuwah islamiyah
syiar
mwc nu rogojampi
pcnu banyuwangi
Download Artikel: